Articles by "Bicara"

Showing posts with label Bicara. Show all posts


Menulis merupakan ruang yang tak akan terbatas untuk menuangkan imajinasi dalam pikiran kita. Mulai dari sekadar menulis status di sosial media, atau karya-karya puisi, cerita pendek, bahkan sampai konten di blog. Tanpa sadar, membaca dan menulis udah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian kita.
Nah, beberapa dari kamu mungkin pengen lebih serius dalam menulis dan meningkatkan kemampuan menulis kamu, baik itu untuk sekadar mengisi postingan blog pribadi maupun yang emang profesional dan telah menelurkan buku.

1. Sering-sering baca karya penulis ternama

Sering-sering baca
Sering-sering membaca karya sastra penulis-penulis yang lebih dulu tenar akan membuatmu lebih peka dalam menulis nantinya. Membaca juga bisa menjadi proses meniru karya-karya besar (dalam artian baik sih). Kalo kamu jarang membaca, kamu gak akan tau seperti apa tulisan yang bakal jadi hits atau bagaimana menuliskannya.
Sebagai penulis, membaca adalah awal yang baik untuk segalanya. Lewat ini, kamu akan tau gimana mekanisme penulisan yang baik, dan gaya seperti apa yang cocok buatmu. Membaca juga bisa membuahkan pandangan atau inspirasi baru untuk tulisanmu.

2. Banyak-banyak berlatih

Sering nulis
Ibarat pisau yang perlu diasah biar tetap tajam, kemampuan menulismu juga harus dilatih setiap hari agar kamu bisa menulis dengan semakin baik ke depannya. Menulislah sesering mungkin: di blog, buku harian, atau media sosial tentang kamu, pacarmu, pengalamanmu, atau apapun yang bisa kamu tuangkan menjadi tulisan. Makin sering kamu latihan, tulisanmu akan makin tajam, dan kamu juga akan bisa semakin lepas dalam mengekspresikan pikiranmu,

3. Selalu catat idemu

Tulis idemu dimanapun dan kapanpun
Ke manapun kamu pergi, selalu bawa sebuah buku catatan kecil bersamamu. Nah, setiap ada ide yang terlintas di kepalamu, langsung tuliskan aja. Jangan terbiasa nunggu nanti, karena ide-ide tersebut gampang menguap dari pikiranmu. Mereka bisa berupa ide cerita, artikel, dan karakter,
Tuliskan juga percakapan menarik yang kamu dengar, bait lagu atau puisi yang membuatmu tergugah, atau bisa juga detil visual dari tempat yang kamu lewati. Ketika kamu baca ulang catatan ini, mungkin aja ada bagian yang menginspirasi kamu atau justru bisa langsung dimasukkan ke cerita yang lagi kamu garap.

4. Ciptakan ritual menulis

Ritual menulis
Sisihkan waktu khusus dalam satu hari untuk menulis tanpa gangguan, dan jadikan kegiatan ini rutinitas kamu. Kamu bisa ambil waktu pagi, siang, atau tengah malam. Tapi pastikan kamu melakukannya setiap hari setidaknya setengah jam. Lama-lama, kamu akan punya konsentrasi dan kesabaran yang cukup untuk menulis selama beberapa jam per hari. Itu semua bakal membantu kamu jadi penulis yang lebih baik.

5. Tulis aja!

Tulis aja, biarkan mengalir.
Waktu kertas atau layarmu kosong karena kamu gak tau mau nulis apa, jangan tergoda untuk melakukan hal yang akan memecah konsentrasimu — seperti ngecek Facebook atau rebus mie instan. Jangan. Tetaplah gerakkan jemarimu dan mulailah menulis apapun yang terlintas di kepalamu.
Ketika kamu udah memulai, proses yang berikutnya akan jadi lebih gampang. Biarkan aja segala ide mengalir, dan kerjakan tanpa berharap jadi sempurna. Semua bisa diperbaiki nanti. Yang penting, tetaplah berada di aliranmu. Kuncinya adalah memulai.

6. Hilangkan semua gangguan.

Bebaskan dirimu dari gangguan
Menulis akan kurang berjalan dengan baik kalo ada banyak hal yang mengalihkan konsentrasimu, seperti suara-suara bising atau multitasking. Menulis perlu dilakukan dalam keadaan tenang dan bebas gangguan.
Matikan aplikasi pesan instan, e-mail, telepon genggam, TV, dan bereskan mejamu. Kunci pintu kamarmu: pastikan gak ada orang yang bisa menginterupsi kamu saat kamu sedang menulis.

7. Rencanakan apa yang mau kamu tulis, lalu tuangkan.

113
Kalo poin 5 di atas adalah buat memaksa kamu menulis dari kekosongan, merencanakan berarti kamu udah punya ide yang mau kamu tulis. Bakal bermanfaat kalo kamu udah punya sebelum kamu mulai duduk dan menulis. Kamu gak perlu bingung lagi cari-cari ide buat tulisanmu, karena proses brainstorming telah kamu lakukan lebih awal.

8. Bereksperimen

Bereksperimen dengan gaya dan kata-kata
Mengikuti jejak penulis-penulis besar bukan berarti meniru mereka sama persis. Cobalah hal-hal baru, ambil bagian kecil dari beragam penulis  favoritmu dan bereksperimenlah dengan gaya menulismu sendiri. Kamu bisa mencoba atau bahkan menemukan kata-kata baru. Mencoba banyak hal akan membuatmu kaya, dan kamu akan menemukan mana yang cocok sama style-mu.

9. Revisi

Revisi
Nah, ketika kamu udah berhasil menuangkan idemu ke dalam teks, bereksperimen, dan membiarkan semua mengalir keluar, kamu perlu kembali lagi ke belakang dan membaca ulang tulisan yang udah kamu buat.
Banyak penulis yang ogah melakukan revisi karena itu dianggap menyita waktu. Tapi kalo kamu mau jadi penulis yang baik, kamu harus sadar bahwa selalu ada yang harus diperbaiki dari draft pertamamu. Baca ulang semuanya, perbaiki paramasastra yang keliru, ejaan yang salah, maupun kalimat yang kurang pas dan membingungkan.

10. Bikin yang ringkas

Ringkas aja
Saat kamu merevisi tulisanmu, sunting ulang kalimat dan paragraf. Buang hal-hal yang gak penting dan pertahankan yang esensial. Kalimat yang sederhana tapi jelas lebih baik daripada kalimat yang bertele-tele.

11. Gunakan kalimat yang mengena

Kalimat sederhana yang mengena
Setelah kamu bisa membuat kalimat yang lebih ringkas dan esensial, fokuskan untuk bikin kalimat yang mengena pada pembaca, yang menimbulkan kesan kuat dan berkarakter. Gak harus tiap kalimat juga sih, karena kamu kan butuh variasi. Ini lebih gampang dilakukan pada saat merevisi tulisanmu, karena mungkin kamu belum mendapat idenya pada draf awal.

12. Dapatkan umpan balik

Dapatkan umpan balik
Setelah kamu selesai dengan tulisanmu, temukan orang untuk membaca tulisanmu: kalo bisa sih penulis yang kamu anggap lebih berpengalaman atau seseorang yang sering membaca dan bisa ngasih kamu umpan balik yang jujur dan cerdas. Dengarkan mereka dan pahami dengan baik setiap kritikannya, karena itulah yang nantinya akan membuatmu berkembang lebih jauh.

13. Buat tulisanmu agar bisa dibaca khalayak luas.

Bawa karyamu ke khalayak luas
Kalo kamu udah punya karya, bikin biar karyamu bisa dibaca khalayak luas. Bisa kamu terbitkan sendiri jadi buku (kamu bisa nerbitin buku sendiri di situs semacam Nulis buku), atau kamu posting di blog. Promosikan juga hasil publikasi karyamu lewat jejaring sosial biar makin banyak yang baca.

14. Berusaha lebih komunikatif

Lebih komunikatif
Terdapat berbagai macam gaya menulis. Ada yang baku dan serius, ada juga yang santai dan seperti orang yang bercakap-cakap. Kamu harus komunikatif alias tahu apa yang bisa dimengerti dan diterima pembacamu. Terlepas dari itu, tetap perhatikan tata bahasa dan tanda baca. Gampang kok kalo kamu udah terbiasa.

15. Memberikan kesan yang kuat pada awal dan akhir tulisan

Awal dan akhir yang berkesan
Penting dari sebuah tulisan untuk memiliki bagian awal yang bisa “mencuri” perhatian. Jika bagian awal tulisanmu gak mengena bagi pembaca, mereka akan malas baca bagian selanjutnya.
Jadi setelah kamu menyelesaikan draf awal, luangkan sedikit waktu untuk menyusun awal yang bagus. Buat mereka tertarik untuk terus membaca sampai selesai. Jangan lupa membuat akhir yang kreatif, biar pembaca menantikan tulisanmu yang selanjutnya.

Jadi seorang penulis itu memang gak bisa instan. Semua ada prosesnya, dan lewat proses inilah kamu berkembang menjadi penulis yang lebih baik. Yang penting, selaluproduktif dan terus berkarya. Mudah-mudahan tipsnya bermanfaat buat kamu semua.


Apakah kamu pernah merasa gugup ketika diminta ngomong di depan orang banyak? Apalagi bagi kamu yang memang masih termasuk pemula banget. Saat puluhan, atau malah ribuan, pasang mata memandang, saat itu pula kamu pengen secepat-cepatnya turun dari panggung karena malu.
Kalau kamu merasa gugup sebelum bicara di depan publik itu wajar. Tapi kalau berlebihan juga berbahaya. Bisa-bisa pesan yang ingin kamu sampaikan malah gak didengerin atau kamu akan di olok olok penonton.
Untuk menghindari hal itu, berikut artikel kasih kamu beberapa Tips Untuk Kamu Yang Sering Gugup Ngomong Di Depan Umum

1. Ambil Topik Yang Kamu Pahami

Pilih Topik yang Menarik dan Kamu Mengerti
Pilih topik yang menarik bagi kamu, hal yang kamu paham banget. Bikin materi pidato dengan topik yang kamu kenal, kasih sedikit humor, pengalaman pribadi dan sekali-sekali ajak pendengar berdialog. Dengan begitu kamu gak bakal blank saat berbicara.

2. Latihan, Lalu Latihan Lagi

Ingat! Practice Makes Perfect
Latihan kayak kamu benar-benar diatas panggung, bukan di depan cermin. Jika kamu akan memakai alat (komputer, slide) latih juga penggunaannya.
Atur nafas dan jeda. Gunakan timer kalau jatah bicara kamu dibatasi.

3. Penampilan Itu Penting

Penampilan Itu Penting
Jika kamu berkegiatan di bidang yang mengharuskan kamu bicara di depan publik, maka penampilan itu sangat penting. Ada banyak orang akan lihat tampang kamu, pastiin kamu terlihat oke. Semakin rapi dandanan kamu, kamu juga semakin terlihat siap dan profesional.

4. Kenali Audiens

Kepada Siapa Kamu Bicara?
Kamu musti paham dan kenal dengan penonton/pendengar kamu bicara. Do Your Homework, cari tahu di forum apa kamu bakal bicara, tanya ke panitia jumlah orang yang akan hadir. Kalau perlu datang lebih awal ke tempat acara, lalu bersalam sapa dengan audiens-mu.

5. Paham Dengan Ruangan

Cek Venue dan tata suara jika perlu
Datang lebih awal, lihat situasi venue kamu menyampaikan pidato atau presentasi. Apakah di ruang serba guna atau di ruangan seluas lapangan sepakbola? Cek juga kesiapan tata suara dan microphone. Semakin paham kamu dengan keadaan panggung, smakin nyaman kamu menyampaikan pesan.

6. Kamu Luar Biasa!

Bayangkan Kamu Menginspirasi Orang
Bayangkan dirimu di podium, menyampaikan pidato berapi-api, menginspirasi banyak orang, lalu disambut dengan standing ovation. Jangan bayangkan kamu terbata-bata dan gagal di podium. Jika kamu membayangkan dirimu gagal, kamu mungkin akan gagal beneran.

7. Mereka Juga Bilang Kamu Luar Biasa

Mereka Datang Demi Kamu
Sadar gak? Audiens sengaja datang untuk menyaksikan kamu bicara. Mereka ingin mendapat ilmu, semangat. Mereka berharap bisa mendengar kisah kamu. Jadi beri mereka sesuatu yang menginspirasi dan menghibur.

8. Tetap Tenang

Tenang dan Santai
Mulai dengan menyapa penonton, gunakan semangat mereka untuk menghilangkan kegugupanmu. Senyum, jangan lupa bernafas dan ambil jeda jika perlu.

9. Main Mata Dengan Audiens

Tanpa Kontak Mata, Seperti Tanpa Persiapan
Penonton akan yakin dengan pembicara yang melihat langsung ke mata, jadi pandangi audiens ketika kamu bicara. Jang melihat ke lantai, gak ada apa-apa di sana. Melihat catatan terus menerus juga gak bagus, kamu kelihatan gak ada persiapan. Tegakkan kepala, bikin mereka yakin dan percaya dengan apa yang kamu bicarakan.

10. Gak Perlu Minta Maaf

Terus Mengalir

Gak usah minta maaf karena kamu merasa gugup. Kalau lupa mau ngomong apa, tetap tenang, lompat ke part pidato berikutnya. Mereka gak bakalan tahu, kok.

11. Boleh Melucu, Asal…

Kamu sangat dianjurkan melempar beberapa joke asal tetap fokus pada pesan yang ingin kamu sampaikan. Melucu hanya untuk memecahkan kebekuan, lalu kembali ke pidato.

12. Tambah Jam Terbang

Tambah pengalamanmu di atas podium. Pengalaman akan menambah rasa percaya diri kamu.

Tuh, gak perlu takut lagi kan kalau diminta bicara di depan orang banyak? Sekian Tips Untuk Kamu Yang Sering Gugup Ngomong Di Depan Umum

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.