October 2019

aksesoris alami alergi anak Anakkos anakmuda Android anggaran apartemen Aplikasi asuransi AwetMuda bali balita bayi Beasiswa Bekas bekasi belajar belanja beli Beraktivitas berbelanja Bicara Bicaradidepanumum bidang Blog Bulanan Buncit Cara cerdas cream depresi dermatitis desain desain logo diaper cream Diet domain editor frisianflag Gadget gambar game genset Gugup gunung Handphone Hemat Hidup hipertensi hosting hunian ibu imunitas info informasi informsi Internasional Internet islam jakarta jenis Jerawat kacamata kalimantan kalimantan tengah Kantuk Kebugaran Kecantikan kemajuan kendraan kerja kerja sampingan Kesehatan kesehatan jiwa kesehatan mental khas komplek komunikasi kpr Kulit laktosa lebaran lem aibon liburan listrik listrikrumah logo maju makan Makanan Malu manfaat membeli mendaki mendaki gunung Mengatasi menggambar menu mewah Mie Mieinstan mobil motor mpasi Muda murah Nasional ngantuk now Olahraga online palangkaraya palembang pekerjaan pelindung Pendidikan penghasilan Penulis Penyakit Penyebab peralatan perawatan perumahan Perut Pesawat popok Profesional properti psikolog Puasa ramadhan Rasamalu rumah rumahtangga sapi Sehat Sekolah sepeda sepedagunung serai server sewatama shaum Smartphone sparepart stress susu susu sapi sususapi tanpa ac tekanan darah Tinggi tekno teknologi tempat tempat tinggal terbaru terkini Tiket Tiketmurah tipas Tips travel Travelling Trik Tutorial Uang UangBulanan Umum umum. uang unik Universitas update viral wajib Wanita waterbom web wisata zaman


Lem Aibon Menjadi Trending di Dunia Maya
Jagat maya Tanah Air belakangan diramaikan oleh pemberitaan soal anggaranRp 82,8 miliar pada anggaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk penyediaan " lem Aibon" di sekolah-sekolah. Keyword atau kata kunci "Aibon" dan "lem Aibon" pun mengalami peningkatan di Google Search pada Rabu (30/10/2019), untuk wilayah Indonesia, berdasarkan data analitik Google Trends.

Pencarian keyword Aibon dan lem Aibon memang mengalami peningkatan drastis pada hari ini dibandingkan waktu-waktu yang lalu. Sebelumnya, keyword Aibon dan lem Aibon hanya mencatatkan rata-rata satu pencarian pada setiap jamnya, pada tujuh hari terakhir pencarian keyword lem aibon di Google Trends.


Pada 30 Oktober, pencarian Aibon dan lem Aibon meningkat menjadi sekitar 30 hingga 50 pencarian tiap menitnya selama empat jam terakhir sebelum pukul 13.00 WIB. Pencarian lem aibon pada empat jam terakhir.  Mayoritas netizen yang melakukan pencarian dengan keyword ini adalah berasal dari Papua, Sumatera Selatan, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah.

Keyword lain yang menyertai lem aibon pada catatan Google Trends antara lain "lem aibon dki", "anggaran lem aibon", "anggaran dki", "apbd", dan "anies". Keyword yang menyertai pencarian lem aibon hari ini. Pencarian keyword aibon dan lem Aibon ini menjadi tinggi, setelah nilai anggarannya di program belanja alat tulis dan kantor Disdik DKI Jakarta yang mencapai Rp 82 miliar heboh diperbincangkan oleh warganet di media sosial.

Lem Aibon Menjadi Trending di Dunia Maya
Sebelumnya, salah satu anggota DPRD DKI, William Aditya Sarana, mengunggah temuan tersebut ke akun Instagramnya @willsarana. "Kami temukan anggaran yang cukup aneh lagi yaitu pembelian lem Aibon sebesar Rp 82 miliar lebih oleh Dinas Pendidikan,” tulis William pada akunnya. Di anggaran itu, lem Aibon disebut hendak diberikan kepada 37.500 murid. “Buat apa murid-murid kita disuplai dua kaleng lem Aibon tiap bulannya? Tolong jelaskan,” kata dia.

karena Pakai Banyak Lem Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Jakarta Susi Nurhati mengatakan, pihaknya akan megecek kembali terkait anggaran untuk lem Aibon itu. “Kami sedang cek kembali apakah ini salah ketik atau bagaimana,” ujar Susi saat dikonfirmasi, Selasa malam.

Pada perkembangan terbaru, pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan DKI jakarta Syaefuloh Hidayat menyatakan di program belanja alat tulis kantor untuk 2020 tidak ada anggaran Rp 82,8 miliar untuk pembelian lem Aibon. "Saya telah coba sisir, insya Allah tidak ada anggaran Aibon sebesar Rp 82,8 miliar untuk pembelian lem Aibon," ujar Syaefuloh di Gedung DPRD DKI Jakarta.


Jangan Ragu Pergi ke Psikolog Jika Kamu Merasakan Hal ini

Banyak yang berkata bahwa cerita akan meringankan beban. Karenanya, bagus sekali bila kita memiliki teman curhat yang bisa diandalkan. Namun, terkadang beban dan masalah itu terlalu berat dan curhat ke teman sudah bukan solusi lagi. Sementara tekanan dan stres sudah begitu mempengaruhi hidupmu. Kalau sudah begini, menemui psikolog bisa menjadi solusi. Namun sayangnya, masih  banyak sekali stigma yang melekat pada mereka yang menemui psikolog. Mulai dari dianggap tidak punya Tuhan karena memilih mengadu pada manusia, sampai dianggap gila. Padahal, menemui psikolog bukan berarti kamu gila.

Curhat kepada teman saat ada masalah memang bisa membantu melegakan hati. Namun, bertemu psikolog adalah hal yang berbeda. Sama seperti kamu ke dokter saat flu berat dan nggak sembuh-sembuh, psikolog bisa membantumu mencari tahu dan mengatasi masalahmu. Kalian jangan pernah ragu untuk pergi ke psikolog bila hal ini sudah kamu alami. Sebab jika stres dan depresi yang kamu alami sudah tidak main-main lagi.

1.      Moodswingmu luar biasa
Pada setiap orang pasti mengalami momen sedih ataupun marah. Namun, biasanya mereka bisa mengendalikan diri sehingga tidak terlarut di dalamnya sampai meledak-ledak. Tetapi kini kamu kesulitan mengontrol emosimu sendiri. Terkadang kamu merasa begitu marah, detik berikutnya kamu menangis hebat, lalu kamu tertawa. Kamu juga sering merasa cemas dan panik atas sesuatu yang belum tentu ada. Emosi itu seperti akan menelanmu, dan kamu tak akan bisa keluar dari sana.

2.      Stres yang kamu rasakan mulai mengganggu hidupmu
Beratnya beban yang kamu pikirkan mulai mempengaruhi pola hidupmu. Terkait pola makan, stres bisa menjelma menjadi dua bentuk. Bisa jadi kamu jadi kurang nafsu makan, tetapi, bisa juga kamu jadi sangat banyak makan. Begitu juga dengan pola tidur yang berantakan. Ada yang jadi sulit tidur, ada juga yang justru tidur melulu. Selain itu, naik turunnya berat badan secara signifikan yang tidak berhubungan dengan diet bisa jadi tanda juga lo.

3.      Kamu mulai bergantung pada hal-hal buruk untuk meredakan “sakit” yang kamu rasa
 “Sakit” yang di dalam ini seringkali diingkari keberadaannya. Karenanya sulit disembuhkan. Banyak orang yang kemudian mencari pelampiasan di luar untuk menenangkan sakit yang di dalam. Mulai dari mengonsumsi obat-obatan secara berlebihan, misalnya obat pereda sakit ataupun obat tidur, hingga mengonsumsi narkoba. Ada juga yang memilih “meredam sakit” dengan cara menyakiti diri secara fisik atau self harm. Kalau sudah begini, kamu benar-benar butuh bantuan.

4.      Banyak hal yang dulu kamu sukai dan jadi salah satu hobi
Dulu kamu senang menulis, menggambar, membuat puisi, membuat kerajinan tangan, atau sekadar jalan-jalan dengan teman di akhir pekan. Dulu, hal-hal itu bisa menjadi obat paling mujarab penghilang stres dan lelahmu. Namun sekarang, rasanya hal-hal itu tak lagi menarik hatimu. Melakukan, yang dulu bisa membuat perasaannmu nyaman dan senang, kini terasa menjadi hambar. Fungsi yang dahulu dapat kamu rasakan, sudah menjadi perlahan menghilang karena ketertarikanmu atas segala sesuatu juga pudar.

5.      Muncul pikiran untuk berhenti hidup, yang semakin lama semakin besar
Seburuk-buruknya demotivasi, adalah hilangnya semangat untuk melanjutkan hidup. Tiba-tiba kamu berpikir bahwa segala hal ini sangat melelahkan dan kamu ingin mengakhirinya dengan jalan pintas, yaitu bunuh diri. Di sini, biasanya diikuti pula dengan perasaan tidak berharga. Kamu mulai berpikir “Ah, paling juga nggak ada yang sedih kalau aku matu. Nggak ada yang nyariin kalau aku nggak ada”. Perasaan seperti ini mungkin sering dianggap lebay dan dilabeli dengan kata “galau”. Padahal bila tidak ditangani, bisa sangat berbahaya.

6.      Sakit di mental juga berbahaya untuk kesehatan tubuh.
Gejala depresi yang sudah berbahaya juga bisa dilihat dari kondisi fisikmu. Sebab apa yang ada di pikiran, sangat besar pengaruhnya ke badan. Kecemasan dalam pikiran bisa memicu asam lambung menggila. Sedang sesaknya pikiran dengan beban dan tekanan membuat syaraf-syaraf dan otot tegang. Tak heran bila kamu sering migrain berkepanjangan. Sakit secara fisik ini bisa diatasi dengan membenahi pula apa yang ada di dalam.
Setiap orang pasti memiliki masalah. Apa yang mungkin bagi seseorang hanyalah urusan yang sepele, bisa menjadi sesuatu yang prinsipil bagi orang lain. Karenanya, toleransi akan tekanan dan stres setiap orang pun berbeda. Tak perlu malu dan ragu untuk menemui psikolog karena memang tidak ada yang salah dengan hal itu. Kamu tidak gila kok, kamu hanya sedang menolong dirimu sendiri. Yuk, lebih peduli lagi dengan kondisi diri sendiri 🙂


Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.